Friday

Nota 3: Tujuan Penciptaan Manusia

Istiqomah Dalam Musafir Kita Menuju Jannah

Setiap yang dibuat pasti ada hikmahnya. Allahﷻ tidak menjadikan sesuatu makhluk itu sia-sia tanpa tujuan. Sesungguhnya manusia adalah yang paling mulia dari semua makhluk. Penciptaannya pasti mengandungi maksud atau tujuan tertentu. Al-Quran telah menyatakan bahawa penciptaan manusia adalah untuk tujuan pengabdian diri (`Ubudiyyah) kepada Allahﷻ. Fakta ini dapat dilihat dalam firman Allahﷻ:

ا لَقْتُ الْجِنَّ الْإِنْسَ لَّا لِيَعْبُدُونِ

"Maksudnya: Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (menghambakan diri) kepada-Ku."

Pengabdian diri ('Ubudiyyah) tidak dapat dicapai tanpa seseorang itu mengetahui (ma`rifat) penciptanya. Dengan akal sahaja, manusia tidak dapat mengenali Tuhannya dan seterusnya mengabdikan dirinya kepada-Nya. Itulah sebabnya Allah ﷻ telah mengutus para rasul kepada manusia dari kalangan mereka sendiri untuk memperkenalkan mereka kepada Tuhan mereka supaya mereka dapat mengabdikan diri kepada-Nya. Kenyataan ini dapat dilihat di dalam al-Quran sebagaimana firman Allahﷻ:

“Dan Rasulullah, Artinya: Sesungguhnya Kami (Allah) telah mengutus pada tiap-tiap umat seorang rasul (yang menyeru mereka) mengabdikan diri kepada Allahﷻ dan menjauhi kezaliman.

Tetapi terdapat banyak halangan atau rintangan yang menghalang manusia daripada mencapai hakikat pengabdian diri ('Ubudiyyah). Ubudiyyah seseorang akan menjadi cacat dengan adanya halangan tersebut. Oleh itu, untuk mencapai kesempurnaan maqam `Ubudiyyah ini, seseorang dituntut untuk berusaha menghilangkan halangan tersebut sehingga berjaya mencapai tujuan penciptaannya.

No comments:

Speak to people mildly (20:44)

Surah Taha, Verse 44 of the Quran provides a profound lesson on the power of gentle speech, even in the face of extreme arrogance and tyrann...