Wednesday

"Hidup DiDunia Bagai Musafir Menumpang Lalu "


Kita tidak wujud dahulu, kemudian Allah wujudkan kita (wujud). Cuba kita renung sejenak, kita dari "tiada", kemudian menjadi "wujud" kerana Allah mencipta atau mencipta. Kita tidak tahu di mana kita dahulunya berselerak; dalam daun, dalam biji atau dalam air yang mengalir?. Sebagai ciptaan Allah, ia tidak berbeza dengan pokok-pokok, rumput, serangga yang kemudian dihidupkan-Nya. Air mani terbentuk dalam Shulbi seorang bapa, kemudian masuk ke dalam rahim seorang ibu, kemudian menjadi segumpal darah, dan darah itu berasal dari makanan; hormon, kalori dan vitamin. Dalam rahim seorang ibu dikandung selama beberapa bulan, kemudian dia diberi akal. Kemudian merayau-rayau di permukaan bumi cuba memenuhi keperluan hidup. Tidak wajarkah kita beriman dan bersyukur kepadaNya?

Menurut Adh-Dhahhak yang bersumber dari Ibnu Abbas tentang firman Allah surat Ghafir (Al-Mu’min) ayat 11 ini : Dulu, sebelum Allah menciptakan kita, kita ini adalah bagian dari tanah. Ini adalah kematian. Kemudian Allah menghidupkan kita, sehingga terciptalah kita. Ini adalah kehidupan. Kemudian Allah mematikan kita, hingga kita kembali ke dalam kubur, ini adalah kematian yang kedua. Selanjutnya Allah membangkitkan (menghidupkan) kita kembali di hari ba’ats. Ini adalah kehidupan yang kedua.

ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ ١١

Yang akan mewarisi Syurga Firdaus; mereka kekal di dalamnya.

— Abdullah Muhammad Basmeih

 (Al-Mu’min- Ayat 11)

Demikianlah dua kematian dan dua kehidupan yang dimaksud oleh ayat 28  surat Al-Baqarah ini. Firman Allah yang semakna adalah ayat 26 surat Al-Jatsiyah :

قُلِ اللَّهُ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لا رَيْبَ فِيهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ

Katakanlah: "Allah-lah yang menghidupkan kalian kemudian mematikan kalian, setelah itu mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. 

(QS. Al-Jatsiyah : 26)

Artinya setelah kita dihidupkan kembali, kita  dipanggil kembali kehadirat Allah untuk diperhitungkan, dicocokkan hasil catatan malaikat dengan perbuatan kita semasa hidup kita, lalu diputuskan ke tempat mana kita akan dimasukkan, kepada golongan orang-orang yang berbahagia dalam surga ataukah kepada golongan orang-orang yang celaka dalam neraka. Semua orang yang beramal, berbuat atau bekerja di dunia ini akan mendapatkan balasan dari Allah nanti di hari kiamat sesuai dengan amalnya.  Dan keadilan akan berlaku serta kezaliman tidak akan ada. Sedang  kasih sayang IIahi telah kita rasakan sejak dari alam fana ini. Kalau kita mendapat celaka, tidak lain hanyalah karena kesalahan kita sendiri. Begitulah Allah telah membuat rangkaian hidup yang kita tempuh, maka bagaimana kita bisa kufur terhadap-Nya.

No comments:

Speak to people mildly (20:44)

Surah Taha, Verse 44 of the Quran provides a profound lesson on the power of gentle speech, even in the face of extreme arrogance and tyrann...