Thursday

Penyucian Jiwa


Beriman Istiqomah Kembali Kepada Allah

Keutamaan  terbesar semasa kita masih bernafas didunia dan sebagai orang yang beriman istiqomah kembali kepada Allah . Pada mereka yang berusia masih muda atau baru sahaja mendirikan rumah tangga supaya meluang masa menumpukan perhatian kepada pembersihan jiwa (tazkiyat al-nafs). Punca kebanyakan masalah dunia adalah hati yang berpenyakit. Hati yang tidak mengenal Allah , hati yang sombong, tamak dan mementingkan diri sendiri. Hati yang telah rosak oleh dosa dan tidak lagi merasakan manisnya īmān. Hati yang dirobek-robek oleh kesombongan, dengki dan kebencian, mengakibatkan umat Islam yang rapuh wibawa dan jatidiri.

Walaupun kita mempunyai musuh luaran - syaitan, jin dan manusia yang sentiasa mencari jalan memesongkan pemikiran. Tetapi ramai antara  kita mempunyai musuh yang lebih besar bersembunyi di dalam diri: nafsu yang tidak terkawal, kehendak hati yang tidak menepati tujuan kita dizahirkan kedunia. Sifat-sifat nafsu ammarah, ego, cemburu, bangga dan lain-lain nafsu yang sudah pasti tidak mendekatkan diri kepada Allah . Nafs mendorong kita untuk menderhaka kepada  Allah  dan mengutamakan kehidupan dunia ini.

Dalam era di mana kita dihujani dengan keraguan (shubuhāt) dan keinginan (shahawāt), lebih penting lagi kita belajar tentang sifat nafs kita, apa yang menyucikannya dan apa yang mengindahkannya. Allah  berfirman,

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ، وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا
Sesungguhnya berjayalah orang yang menjadikan dirinya - yang sedia bersih - bertambah-tambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan),Dan sesungguhnya hampalah orang yang menjadikan dirinya - yang sedia bersih - itu susut dan terbenam kebersihannya (dengan sebab kekotoran maksiat).
 Abdullah Muhammad Basmeih” 
(Surah as Sham : Ayat 9-10)



Nabi ﷺ akan meminta kepada Allah (subḥānahū wa taʿālā) untuk membersihkan hatinya:

اَللّٰهُمَّ آتِ نَفْسِيْ تَقْوَاهَا ، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا ​​وَمَوْلَاهَا ، اَللّٰهُمَّ إِنِّىْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَّا يَنْفَعُ ، وَمِنْ قَلْبٍ لَّا يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَّفْسٍ لَّا تَشْبَعُ ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَّا يُسْتَجَابُ لَهَا

Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku dan sucikanlah ia, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik yang dapat membersihkannya. Anda adalah Pelindung dan Tuannya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak puas dan doa yang tidak dikabulkan. 

(Riwayat Muslim)


No comments:

Speak to people mildly (20:44)

Surah Taha, Verse 44 of the Quran provides a profound lesson on the power of gentle speech, even in the face of extreme arrogance and tyrann...